Hasil
evaluasi SAKIP tersebut diserahkan langsung Menteri PAN-RB Asman Abnur
kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di kantor Gubernur Jawa
Timur, di Surabaya, Selasa (31/1).
Kabupaten
Banyuwangi ditetapkan menjadi satu-satunya kabupaten, sekaligus pertama
di Indonesia yang mendapat nilai A atau tertinggi. Selama ini, belum
pernah ada kabupaten yang berhasil meraih nilai A di seluruh Indonesia.
”Di
Indonesia, Banyuwangi adalah satu-satunya kabupaten yang dapat A. Nggak
ada temannya, saya harapkan tahun depan ada perbaikan dari daerah lain.
Sudah kita cek semuanya di Banyuwangi dengan berbagai indikator dan
verifikasi lapangan, termasuk tim penilai independen. Saya sendiri ke
saja. Memang belum semuanya sempurna di Banyuwangi, tapi ruh perubahan
dan inovasi program cukup menonjol,” ujar Menteri Asman.
SAKIP
sendiri adalah sebuah sistem terintegrasi dari perencanaan,
penganggaran, hingga pelaporan. Terdapat empat fokus pelaporan dan
evaluasi, yaitu laporan anggaran, kinerja output program pembangunan,
kinerja outcome program, dan kinerja sasaran. Paradigma pemerintahan
digeser bukan lagi pada berapa anggaran yang disiapkan dan dihabiskan,
tapi berapa besar kinerja yang dihasilkan.
Menurut
Asman, tidak mudah untuk mendapatkan kateori A dalam penilaian SAKIP.
Banyak hal yang mesti dipenuhi terkait peningkatan kinerja pemerintahan.
Efektivitas kegiatan diukur dengan orientasi keberhasilan kinerja,
bukan semata-mata soal anggaran.
"Kami
lihat mana daerah yang efektif mengeluarkan anggaran, memiliki target
dalam bekerja. Jadi SAKIP ini bukan seperti lomba atau kompetisi, tapi
sejauh mana daerah menanfaatkan anggarannya secara efektif, punya target
dan hasil kerja jelas,” ujar Asman.
Bupati
Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap hasil evaluasi akuntabilitas
kinerja ini diharapkan kian mendorong kinerja aparatur.
lanjutkan pak....insyaAlloh berkah...
BalasHapus